Kamis, 12 Februari 2015

Road Show #NoValentineDay LDS HTI Tabalong Luar Biasa


Road show #NoValentineday Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Tabalong kesejumlah sekolah di Tanjung Kabupaten Tabalong mendapat apresiasi luar biasa. Tak hanya Dinas Pendidikan dan pihak Sekolah, ratusan siswa pun antusias mengikuti sosialisasi ini.  Tidak tanggung-tanggung, sosialisasi ke empat sekolah diantaranya, SMAN 2 Tanjung, SMAN 1 Tanjung, SMKN 1 Tanjung dan SMKN 1 Murung Pudak ini langsung dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong.
TANJUNG – Road show #NoValentineday Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Tabalong kesejumlah sekolah di Tanjung Kabupaten Tabalong mendapat apresiasi luar biasa. Tak hanya Dinas Pendidikan dan pihak Sekolah, ratusan siswa pun antusias mengikuti sosialisasi ini.

Tidak tanggung-tanggung, sosialisasi ke empat sekolah diantaranya, SMAN 2 Tanjung, SMAN 1 Tanjung, SMKN 1 Tanjung dan SMKN 1 Murung Pudak ini langsung dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, H Marzuki saat membuka resmi road show #NoValentineDay LDS HTI Tabalong dengan tegas melarang perayaan valentine day bagi para pelajar di Kabupaten Tabalong. 



Menurutnya, perayaan itu adalah budaya barat yang bisa menghancurkan masa depan pelajar yang masih berusia remaja. "Valentine day itu adalah kebiasaan budaya barat, yang bisa merusak remaja lewat pergaulan bebas," katanya, di hadapan siswa SMAN 2 Tanjung. 


Ia pun menegaskan rasa kekwatiranya, karena selain pergaulan bebas, kenakalan remaja lainnya dari perayaan tersebut sering juga terkait dengan minuman keras dan narkoba. 

"Kami ingin semua siswa jangan ada yang terpengaruh budaya pergaulan bebas, karena kalau sudah sekali terlibat pasti akan keterusan. Biasanya juga masalah ini juga berimbas pada obat terlarang dan minuman keras," ujarnya. 

Dengan begitu, dia mengingatkan supaya para siswa tetap konsentrasi belajar dan menjadikan masa depannya lebih baik. Bukan malah menjadikannya suram.
Dalam sosialisasi, salah seorang pemateri dari LDS HTI Tabalong, Mustafa Habiburrahman memaparkan sejarah perayaan dengan sebutan hari kasih sayang itu sangat bertentangan dengan Islam.

"Valentine day diperingati hanya untuk meningkatkan penjualan kondom dan minuman keras, yang dibalut dengan pergaulan bebas, dimana anggapan barat itulah hari kasih sayang," jelasnya. 

Intinya, peringatan itu adalah ingin menjauhkan umat Islam dari Alquran. "Kalau remaja masih menggenggam Alquran pada dada mereka, umat Islam tidak akan pernah tergoyahkan," katanya. 

Sebagai bukti kebobrokan valentine, Mustafa juga melihatkan hasil survey Komnas Perlindungan Anak pada tahun 2012 lalu yang menyebutkan, sebagian besar remaja wanita Indonesia tidak perawan, pernah melihat pornografi, dan melakukan pergaulan bebas lainnya. [*]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar